Telkom serahkan penyelesaian akses WiFi IndiSchool kepada Mendikbud

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom), Arief Yahya (AY) menyerahkan secara simbolik penyelesaian akses WiFi IndiScool di 10.000 sekolah di Indonesia kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh pada acara Indonesia Digital School (IndiSchool) di Balai Kartini Expo, Jakarta, pada Rabu 23 Mei 2013. 

Pada acara tersebut, Mendikbud juga meluncurkan WiFi IndiSchool di 10.000 sekolah di Indonesia di depan para tamu undangan, para pelajar SD, SMP, SLA, para guru dan senior leaders TelkomGroup. 

Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula secara simbolik 6.200 sekolah yang telah ter-cover IndiSchool di Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta yang diwakili Asisten Sekertaris Daerah bidang Kesejahteraan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta, Mara Olaan Siregar.

Menurut AY, IndiSchool adalah suatu program yang dicanangkan Telkom untuk mendukung program pendidikan di seluruh Indonesia. Telkom akan membangun fasilitas internet broadband di 100.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Saat ini telah digelar 10.898 titik IndiSchool atau 10,9% dari rencana penggelaran 100.000 sekolah di Indonesia tahun 2013. Sebanyak 6.200 titik atau 57% di antaranya merupakan bagian dari program IndiSchool di wilayah DKI Jakarta yang merupakan janji AY pada Jokowi saat peluncuran bukunya pada 6 bulan yang lalu.

Populasi pengguna IndiSchool secara nasional tumbuh sebesar 89% pada Mei 2013 dibandingkan dengan populasi sampai dengan April 2013. Rata-rata pertumbuhan pengguna IndiSchool sampai dengan April 2013 adalah 87%, sementara total dari pengguna IndiSchool sampai dengan Mei 2013 adalah 2,67 juta hit, sehingga diestimasikian akan tumbuh 112% pada Mei 2013. 

“Program ini ditujukan untuk pemerataan akses internet, agar seluruh pelajar yang berada di manapun, bahkan di luar pulau terluar wilayah Indonesia dapat mengakses berbagai edukasi secara mudah dan juga dapat diakses masyarakat setempat. IndiSchool adalah wujud nyata kepedulian Telkom untuk pendidikan Indonesia dalam Mencerdaskan Bangsa. Kata AY. 

M. Nuh menuturkan dirinya belum menemukan suatu perusahaan yang sekuat komitmennya melebihi Telkom dalam dunia pendidikan. Mengapa Telkom terus membantu dunia pendidikan, tambah M. Nuh, karena ada 3 alasan utama yaitu pertama, tidak akan menjadi direksi Telkom kalau tidak pernah sekolah dan sangat jelas manfaat pendidikan. 

Oleh karena itu, Telkom memberikan sumbangsihnya dalam membalas budi pada dunia pendidikan. Kedua, Telkom tahu betul bahwa kualitas SDM di Indonesia tidak memadai, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, yang menggunakan produk Telkom sedikit sekali. 

“Mencerdaskan bangsa maka akan mengakibatkan produktivitas dan kesejahteraan akan naik. Mau tidak mau harus menggunakan produk Telkom. Bila ingin berkomunikasi atau internet, gunakan produk Telkom dan anak perusahaannya, karena dia yang telah membantu kita semua,” ujar M. Nuh.

Ia melanjutkan, ketiga, Telkom sadar bahwa pendidikan itu ibaratnya vaksin untuk memperkuat dalam menghadapi 3 penyakit sosial yaitu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. 

“Insya Allah dan kita doakan Telkom bertambah jaya, sehingga adik-adik menjadi generasi kreatif,” tutur M. Nuh.

(***)